Education Low Fantasy (ELF) Storytelling Framework - Technology Multimedia


Technomedialabs - Cerita telah diintegrasikan ke dalam kurikulum dari prasekolah hingga pendidikan tinggi. Ada banyak penelitian yang menyebutkan tentang teknik dan metode guru yang menggunakan cerita dalam berbagai mata pelajaran, termasuk sains dan matematika.

Kombinasi ini telah menawarkan banyak ide praktis untuk memasukkan cerita sebagai bagian dari pendidikan dasar, dan menengah. Dalam pendidikan tinggi, cerita telah digunakan
untuk mengajarkan hasil pembelajaran praktis dan teoritis. Dari hukum hingga keperawatan hingga kedokteran gigi, para pendidik telah mengajarkan pilar-pilar pengetahuan disiplin melalui jalan cerita.

Permasalahannya adalah tidak ada, dan mungkin, nyaris mustahil untuk menetapkan formula absolut tunggal untuk membuat sebuah cerita yang baik untuk pendidikan. Karena ada terlalu banyak elemen untuk dipertimbangkan, serta target audience yang berbeda-beda. Meski demikian masih terdapat celah untuk membuat sebuah framework cerita edukasi yang disesuaik dengan kebutuhan tertentu.

Education Low Fantasy (ELF) Storytelling Framework atau konsep cerita ELF adalah sebuah konsep yang menggabungkan antara materi edukasi dengan elemen fiksi yang bertujuan untuk mempermudah penyampaian materi edukasi dalam bentuk cerita yang terintegasi.

Adapun elemen fiksi yang digunakan merupakan bentuk dari Low-Fantasy yang akan membuat proses transformasi materi edukasi menjadi lebih related dengan audience. ELF Storytelling Framework terdiri dari elemen berikut:

1. Ordinary World
2. Special Problem
3. Mentor/Friend/Foe
4. The Two World
5. Puzzle & Mistery
6. Knowledge Upgrade
7. Moral Of Story



Salah satu contoh penerapan konsep ELF adalah serial Sesame Street yang menceritakan sekelompok boneka yang hidup berdampingan dengan para manusia normal pada umumnya. Dalam cerita kesehariannya, terdapat berbagai macam materi edukasi yang disisipkan sesuai dengan permasalahan yang timbul pada setiap episode.

Education Low Fantasy (ELF) Storytelling Framework



Technomedialabs - Cerita telah diintegrasikan ke dalam kurikulum dari prasekolah hingga pendidikan tinggi. Ada banyak penelitian yang menyebutkan tentang teknik dan metode guru yang menggunakan cerita dalam berbagai mata pelajaran, termasuk sains dan matematika.

Kombinasi ini telah menawarkan banyak ide praktis untuk memasukkan cerita sebagai bagian dari pendidikan dasar, dan menengah. Dalam pendidikan tinggi, cerita telah digunakan
untuk mengajarkan hasil pembelajaran praktis dan teoritis. Dari hukum hingga keperawatan hingga kedokteran gigi, para pendidik telah mengajarkan pilar-pilar pengetahuan disiplin melalui jalan cerita.

Permasalahannya adalah tidak ada, dan mungkin, nyaris mustahil untuk menetapkan formula absolut tunggal untuk membuat sebuah cerita yang baik untuk pendidikan. Karena ada terlalu banyak elemen untuk dipertimbangkan, serta target audience yang berbeda-beda. Meski demikian masih terdapat celah untuk membuat sebuah framework cerita edukasi yang disesuaik dengan kebutuhan tertentu.

Education Low Fantasy (ELF) Storytelling Framework atau konsep cerita ELF adalah sebuah konsep yang menggabungkan antara materi edukasi dengan elemen fiksi yang bertujuan untuk mempermudah penyampaian materi edukasi dalam bentuk cerita yang terintegasi.

Adapun elemen fiksi yang digunakan merupakan bentuk dari Low-Fantasy yang akan membuat proses transformasi materi edukasi menjadi lebih related dengan audience. ELF Storytelling Framework terdiri dari elemen berikut:

1. Ordinary World
2. Special Problem
3. Mentor/Friend/Foe
4. The Two World
5. Puzzle & Mistery
6. Knowledge Upgrade
7. Moral Of Story



Salah satu contoh penerapan konsep ELF adalah serial Sesame Street yang menceritakan sekelompok boneka yang hidup berdampingan dengan para manusia normal pada umumnya. Dalam cerita kesehariannya, terdapat berbagai macam materi edukasi yang disisipkan sesuai dengan permasalahan yang timbul pada setiap episode.

Load comments