Mantap! Inilah Program Strategis Parekraf 2019-2024 - Technology Multimedia

Technomedialabs - Badan Ekonomi Kreatif dibubarkan dan ranah Ekonomi Kreatif dikembalikan ke Kementerian Pariwisata. Saya ingat betul tahun 2014 silam, saya sempat mencak-mencak saat Kemenparekraf dibubarkan dan isunya akan digantikan oleh badan setingkat dengan kementrian. Entah apa yang merasuki para pemangku kebijakan saat itu.

Yang jelas, kelihatannya mereka menyadari kesalahan besar mereka dalam memisahkan unsur pariwisata dan ekonomi kreatif dan mencoba memperbaikinya di era ini. Dari 9 slide yang dipaparkan oleh bapak menteri, eks CEO .Net ini, saya mencatat ada beberapa hal yang baru.

Yang pertama soal pembagian Sub Sektor Industri Kreatif. Terjadi penggabungan antara aplikasi dan pengembangan game dan pemisahan antara Film dan Animasi Video. Hal ini seolah-olah menandakan ada unsur perlakuan lebih pada sub sektor animasi, yang memang telah menemukan jalan untuk berkembang pasca animasi Nusa dan Rara mendunia.

Di sisi lain, penggiat game harus gigit jari karena posisinya disama ratakan dengan aplikasi yang sudah terlebih dahulu memiliki segmentasi market sendiri.


Pada bagian strategi peningkatan nilai tambah, kecenderungannya masih berpusat pada pariwisata sebagai inti peningkatan devisa dengan ekonomi kreatif sebagai penyokongnya. Strategi pembangunan industri kreatif yang berorientasi ekspor ini rasanya juga tidak cocok untuk para pelaku start up digital, khususnya animasi dan game. Strategi itu rasanya lebih tepat ditujukan pada subsektor lain seperti desain, seni pertunjukan, kriya atau penerbitan.




Isu destinasi wisata kreatif sebenarnya sudah dimulai jauh-jauh hari. Hanya memang kurang efektif. Di beberapa kota besar, Co-working space yang sejatinya adalah ruang kerja bersama juga telah disulap sebagai destinasi wisata kreatif yang menjadi ciri khas suatu kota. Salah satu yang terkenal adalah Rumah Kreatif Jogja.




Bagian slide terakhir ini menarik karena pada akhirnya membahas tentang kesejahteraan. Sudah menjadi rahasia umum jika masalah kesejahteraan ini masih menjadi masalah besar bagi beberapa pelaku industri kreatif. Semoga saja strategi yang dipaparkan bisa menjawab berbagai permasalahan yang telah ada sebelumnya. Yuk, kita sama-sama dukung!


Mantap! Inilah Program Strategis Parekraf 2019-2024


Technomedialabs - Badan Ekonomi Kreatif dibubarkan dan ranah Ekonomi Kreatif dikembalikan ke Kementerian Pariwisata. Saya ingat betul tahun 2014 silam, saya sempat mencak-mencak saat Kemenparekraf dibubarkan dan isunya akan digantikan oleh badan setingkat dengan kementrian. Entah apa yang merasuki para pemangku kebijakan saat itu.

Yang jelas, kelihatannya mereka menyadari kesalahan besar mereka dalam memisahkan unsur pariwisata dan ekonomi kreatif dan mencoba memperbaikinya di era ini. Dari 9 slide yang dipaparkan oleh bapak menteri, eks CEO .Net ini, saya mencatat ada beberapa hal yang baru.

Yang pertama soal pembagian Sub Sektor Industri Kreatif. Terjadi penggabungan antara aplikasi dan pengembangan game dan pemisahan antara Film dan Animasi Video. Hal ini seolah-olah menandakan ada unsur perlakuan lebih pada sub sektor animasi, yang memang telah menemukan jalan untuk berkembang pasca animasi Nusa dan Rara mendunia.

Di sisi lain, penggiat game harus gigit jari karena posisinya disama ratakan dengan aplikasi yang sudah terlebih dahulu memiliki segmentasi market sendiri.


Pada bagian strategi peningkatan nilai tambah, kecenderungannya masih berpusat pada pariwisata sebagai inti peningkatan devisa dengan ekonomi kreatif sebagai penyokongnya. Strategi pembangunan industri kreatif yang berorientasi ekspor ini rasanya juga tidak cocok untuk para pelaku start up digital, khususnya animasi dan game. Strategi itu rasanya lebih tepat ditujukan pada subsektor lain seperti desain, seni pertunjukan, kriya atau penerbitan.




Isu destinasi wisata kreatif sebenarnya sudah dimulai jauh-jauh hari. Hanya memang kurang efektif. Di beberapa kota besar, Co-working space yang sejatinya adalah ruang kerja bersama juga telah disulap sebagai destinasi wisata kreatif yang menjadi ciri khas suatu kota. Salah satu yang terkenal adalah Rumah Kreatif Jogja.




Bagian slide terakhir ini menarik karena pada akhirnya membahas tentang kesejahteraan. Sudah menjadi rahasia umum jika masalah kesejahteraan ini masih menjadi masalah besar bagi beberapa pelaku industri kreatif. Semoga saja strategi yang dipaparkan bisa menjawab berbagai permasalahan yang telah ada sebelumnya. Yuk, kita sama-sama dukung!


Load comments